Don't miss

Kamis, 01 Mei 2014

Mengapa Tidak Boleh Tidur Terlalu Malam?


ilustrasi kanker hati
Diantara kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah, beliau tidak suka begadang. Jika tidak ada urusan penting –baik tentang dakwah ataupun jihad- maka beliau menyegerakan tidur setelah shalat Isya’ kemudian bangun di pertengahan malam atau sepertiga malam untuk shalat tahajjud atau qiyamullail.

Selain memudahkan tahajjud, ternyata kebiasaan tidak tidur terlalu malam juga memiliki banyak manfaat medis yang baru diketahui di zaman modern ini. Sebaliknya, orang yang tidur terlalu malam terancam bahaya kesehatan sebagai berikut:

1. Sistem Imun Melemah
Tidur terlalu malam ternyata berpengaruh rusaknya sel-sel darah putih. Akibatnya kekebalan tubuh menjadi melemah dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.

2. Diabetes
Tidur terlalu malam juga merusak hormon di tubuh. Akibatnya tubuh tidak toleran terhadap glukosa karena jumlah insulin menurun. Orang yang tidur terlalu malam menjadi lebih rentan terhadap penyakit Diabetes.

3. Sakit Kepala Hingga Kerusakan Otak
Tidur terlalu malam membuat tubuh tidak bisa beristirahat dengan baik. Meskipun waktu tidurnya sama, katakanlah lima jam, orang yang tidur sebelum tengah malam dan bangun sepertiga malam terakhir akan merasakan kondisi fisik yang lebih fit. Sebaliknya, tidur larut malam membuat istirahat tidak efektif. Ketika bangun kepala terasa berat, itulah tanda gegar otak kecil sedang menyerang. Jika dibiasakan, terus menerus dalam waktu berkepanjangan, kerusakan otak bisa mengancam.

4. Kanker Hati
Dintara penyakit berbahaya akibat tidur terlalu malam adalah kanker hati. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam situs resmi UGM Fakultas Kedokteran Bagian Radiologi. Bahwa penelitian para dokter di National Taiwan Hospital menemukan bahwa tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang merupakan penyebab utama kerusakan hati.

Subhanallah... demikianlah hikmah medis dari salah satu kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan kebiasaan beliau ini:

مَا نَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَلَا سَهِرَ بَعْدَهَا
Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah tidur sebelum waktu isya' dan tidak pernah begadang setelahnya. (HR. Ahmad; shahih)

Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan dalam Zadul Ma'ad: "Termasuk kebiasaan beliau adalah tidur di awal malam dan bangun di bagian akhirnya. Terkadang beliau begadang di awal malam untuk mengurusi berbagai kepentingan orang-orang miskin."

Semoga kita dimudahkan untuk meneladani beliau, dan mendapatkan banyak manfaat dan hikmah berkat meneladani beliau. [IK/bersamadakwah]

Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2014/04/mengapa-tidak-boleh-tidur-terlalu-malam.html

Jumat, 11 April 2014

EMPAT ARAH IBLIS MENGGODA KITA


EMPAT ARAH IBLIS MENGGODA KITA

Permusuhan iblis kepada manusia terus berlangsung hingga hari kiamat. Semenjak diusirnya iblis dari jannah, ia bersumpah untuk menyesatkan seluruh anak Adam dari jalan yang lurus. Iblis dan pengikutnya selalu meningkatkan ketrampilan diri mereka dalam menggoda manusia. Sumpah iblis ini diabadikan dalam al qur’an :

Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). [ QS. Al A’raf : 16 – 17 ].

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al-A’raf ayat 17 di atas adalah:
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”: Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim). “dan dari belakang mereka”: membuat mereka cinta kepada dunia (Wa Min Kholfihim). “dari kanan”: urusan-urusan agama akan dibuat tidak jelas (Wa ‘An Aimaanihim). “dan dari kiri mereka”: dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim).

Lalu, mengapa iblis tidak mendatangi kita dari atas dan dari bawah kita? Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah tafsir Al Qur’an berikut ini:
Al-Fakhrur-Razy berkata: “Diriwayatkan bahwa ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, maka hati para malaikat menjadi kasihan terhadap manusia mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, bagaimana mungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan?” Maka Allah berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan: atas dan bawah, jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam do’a dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyu’an, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka” (At-Tafsir Al-Kabir V/215).

Begitulah iblis dan bala tentaranya menyesatkan manusia. Kita sebagai seorang muslim tidak akan selamat dari jerat-jerata iblis kecuali dengan rahmad Allah Ta’ala. Karena itu, mintalah selalu kepada Allah petunjuk dan keselamatan serta berusahalah mengetahui jerat-jerat iblis. Karena memang tidak akan selamat seseorang dari jerat setan kecuali dengan ilmu dan pertolongan Allah.

Sumber : 1. Liqo dengan ust Ibraheem Shaleh
2. http://evisambi.wordpress.com/2013/05/20/godaan-iblis-pada-empat-arah/

Rabu, 05 Maret 2014

Tentang Muhasabah


Sekedar berbagi apa yang saya baca, pabila salah mohon diluruskan.
Mangga dibaca sampe ke akhir tulisan
Kajian Umum : Tentang Muhasabah.
What is Muhasabah..? (Apa itu Muhasabah)?

Muhasabah, mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Namun kadang kita masih bingung, apa itu muhasabah.
(Islampos.com) Muhasabah, hasaba-yuhasibu yang bermakna menghitung, memperhitungkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata muhasabah dapat diartikan perhitungan, memperhitungkan, introspeksi. Kata muhasabah yang bermakna introspeksi diri dalam bahasa Arab disandingkan dengan kata an-nafs yang artinya jiwa atau diri. Karena itu muhasabah an-nafs berarti memperhitungkan diri, evaluasi diri, atau introspeksi diri. Sedangkan kata introspeksi diartikan sebagai peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dsb) diri sendiri.

Tidak ada keterangan yang menyatatakan bahwa muhasabah adalah ritual ibadah yang wajib kita lakukan.

Namun, Allah swt berfirman, “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (dihisab).” (al-Isra [17]:36)

Jadi, ada baiknya kita mengevaluasi diri kita masing-masing. Muhasabah hendaknya dilakukan secara umum maupun khusus. Yang umum tentang umur, harta, kesempatan dan waktu, apakah tiga hal itu secara maksimal sudah dipergunakan untuk beribadah kepada Allah dan pengabdian kepada orang lain serta masyarakat.

Oh ia, Ayah saya pernah ber-pesan, Kita harus ingat akan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW : ''Raihlah lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk, sehat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati''.

Muhasabah boleh kita lakukan kapan saja. Setiap malam, setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun 2 kali, atau setahun sekali. Lebih sering kita melakukan muhasabah tentunya akan lebih baik. Lebih sering kita melakukan muhasabah, lebih sering kita bisa melakukan koreksi atas segala kesalahan dan melakukan berbagai perbaikan.